Berita

←   Kembali ke daftar berita Kanker Paru Bisa Disembuhkan Bila Ditemukan Lebih Awal: Pentingnya Skrining dengan Low-Dose CT Scan

Kanker Paru Bisa Disembuhkan Bila Ditemukan Lebih Awal: Pentingnya Skrining dengan Low-Dose CT Scan

anker paru masih menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu di dunia. Salah satu penyebab utamanya adalah karena sebagian besar pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, bila ditemukan pada stadium awal, peluang keberhasilan pengobatan meningkat secara signifikan.

Perkembangan terbaru di bidang onkologi yang banyak dibahas di Medscape menekankan bahwa meningkatkan cakupan skrining kanker paru dapat menyelamatkan ratusan ribu tahun kehidupan, karena semakin banyak kasus ditemukan sebelum menyebar.


Mengapa Kanker Paru Sering Terlambat Ditemukan?

Pada stadium awal, kanker paru sering tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala mulai muncul, penyakit biasanya sudah berkembang.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Batuk yang tidak membaik selama lebih dari 3 minggu.
  • Batuk berdarah.
  • Sesak napas yang semakin berat.
  • Nyeri dada.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Mudah lelah.
  • Suara serak berkepanjangan.

Namun, tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada kanker, sehingga pada kelompok berisiko tinggi diperlukan skrining secara berkala.


Apa Itu Skrining Low-Dose CT Scan (LDCT)?

Berbeda dengan foto rontgen dada biasa, Low-Dose CT Scan (LDCT) mampu mendeteksi nodul paru yang sangat kecil sebelum menimbulkan keluhan.

Keunggulan LDCT:

✅ Radiasi lebih rendah dibanding CT Scan biasa.

✅ Pemeriksaan hanya berlangsung beberapa menit.

✅ Tidak memerlukan suntikan kontras.

✅ Terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker paru pada kelompok berisiko tinggi.


Siapa yang Sebaiknya Menjalani Skrining?

Skrining bukan untuk semua orang.

Saat ini, pemeriksaan LDCT terutama dianjurkan pada individu dengan risiko tinggi, seperti:

  • Usia 50–80 tahun.
  • Memiliki riwayat merokok berat.
  • Masih merokok atau baru berhenti dalam beberapa tahun terakhir (sesuai rekomendasi yang berlaku).

Bila Anda memiliki faktor risiko lain seperti paparan asap rokok, radon, asbestos, atau riwayat keluarga kanker paru, diskusikan dengan dokter apakah skrining diperlukan.


Apakah Semua Nodul Paru Berarti Kanker?

Tidak.

Sebagian besar nodul paru yang ditemukan pada skrining ternyata bersifat jinak, misalnya akibat infeksi lama atau peradangan.

Karena itu, bila ditemukan nodul, dokter akan menentukan apakah cukup dipantau dengan CT Scan ulang atau memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti PET-CT atau biopsi.


Perkembangan Terbaru: Menuju Skrining yang Lebih Akurat

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa di masa depan, tes darah berbasis biomarker dapat membantu menentukan siapa yang paling diuntungkan menjalani skrining LDCT. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan deteksi dini sekaligus mengurangi pemeriksaan yang tidak diperlukan.

Selain itu, Medscape juga menyoroti bahwa peningkatan kepatuhan terhadap program skrining berpotensi memberikan dampak besar terhadap penurunan kematian akibat kanker paru.


Bagaimana Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru?

Beberapa langkah sederhana yang terbukti efektif:

  • 🚭 Berhenti merokok.
  • 🚭 Hindari paparan asap rokok orang lain.
  • 🏠 Kurangi paparan zat berbahaya seperti radon dan asbestos.
  • 🫁 Terapkan pola hidup sehat dengan olahraga dan nutrisi seimbang.
  • 🩺 Ikuti program skrining bila Anda termasuk kelompok berisiko tinggi.