anker paru masih menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu di dunia. Salah satu penyebab utamanya adalah karena sebagian besar pasien baru terdiagnosis ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, bila ditemukan pada stadium awal, peluang keberhasilan pengobatan meningkat secara signifikan.
Perkembangan terbaru di bidang onkologi yang banyak dibahas di Medscape menekankan bahwa meningkatkan cakupan skrining kanker paru dapat menyelamatkan ratusan ribu tahun kehidupan, karena semakin banyak kasus ditemukan sebelum menyebar.
Pada stadium awal, kanker paru sering tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala mulai muncul, penyakit biasanya sudah berkembang.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Namun, tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada kanker, sehingga pada kelompok berisiko tinggi diperlukan skrining secara berkala.
Berbeda dengan foto rontgen dada biasa, Low-Dose CT Scan (LDCT) mampu mendeteksi nodul paru yang sangat kecil sebelum menimbulkan keluhan.
Keunggulan LDCT:
✅ Radiasi lebih rendah dibanding CT Scan biasa.
✅ Pemeriksaan hanya berlangsung beberapa menit.
✅ Tidak memerlukan suntikan kontras.
✅ Terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker paru pada kelompok berisiko tinggi.
Skrining bukan untuk semua orang.
Saat ini, pemeriksaan LDCT terutama dianjurkan pada individu dengan risiko tinggi, seperti:
Bila Anda memiliki faktor risiko lain seperti paparan asap rokok, radon, asbestos, atau riwayat keluarga kanker paru, diskusikan dengan dokter apakah skrining diperlukan.
Tidak.
Sebagian besar nodul paru yang ditemukan pada skrining ternyata bersifat jinak, misalnya akibat infeksi lama atau peradangan.
Karena itu, bila ditemukan nodul, dokter akan menentukan apakah cukup dipantau dengan CT Scan ulang atau memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti PET-CT atau biopsi.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa di masa depan, tes darah berbasis biomarker dapat membantu menentukan siapa yang paling diuntungkan menjalani skrining LDCT. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan deteksi dini sekaligus mengurangi pemeriksaan yang tidak diperlukan.
Selain itu, Medscape juga menyoroti bahwa peningkatan kepatuhan terhadap program skrining berpotensi memberikan dampak besar terhadap penurunan kematian akibat kanker paru.
Beberapa langkah sederhana yang terbukti efektif: