Berita

←   Kembali ke daftar berita Kanker Ginjal Dianggap Penyakit Pria, Benarkah? Wanita Juga Perlu Waspada

Kanker Ginjal Dianggap Penyakit Pria, Benarkah? Wanita Juga Perlu Waspada

Ketika mendengar istilah kanker ginjal, banyak orang menganggap penyakit ini lebih sering menyerang pria sehingga wanita tidak perlu terlalu khawatir. Memang, secara statistik kanker ginjal lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Namun, anggapan bahwa wanita "aman" dari penyakit ini adalah mitos yang dapat berbahaya.

Faktanya, wanita juga dapat mengalami kanker ginjal, bahkan sering kali baru terdiagnosis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut karena gejalanya tidak khas.

Mengapa kanker ginjal lebih sering terjadi pada pria?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria memiliki risiko sekitar 1,5–2 kali lebih tinggi mengalami kanker ginjal dibandingkan wanita. Hal ini diduga berkaitan dengan beberapa faktor, seperti:

  • Kebiasaan merokok yang lebih tinggi.
  • Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja.
  • Angka obesitas dan hipertensi yang meningkatkan risiko kanker ginjal.
  • Perbedaan hormonal dan faktor biologis yang masih terus diteliti.

Meskipun demikian, meningkatnya angka obesitas, diabetes, hipertensi, dan gaya hidup kurang sehat pada wanita membuat risiko kanker ginjal pada perempuan juga ikut meningkat.

Wanita juga dapat terkena kanker ginjal

Tidak sedikit wanita yang baru mengetahui dirinya mengidap kanker ginjal setelah menjalani pemeriksaan USG atau CT scan untuk keluhan lain. Hal ini terjadi karena kanker ginjal pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala.

Bila gejala mulai muncul, keluhannya dapat berupa:

  • Darah pada urine (berwarna merah atau kecokelatan).
  • Nyeri di pinggang atau punggung bagian samping yang menetap.
  • Benjolan di daerah pinggang atau perut.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Demam berulang tanpa infeksi.
  • Mudah lelah dan nafsu makan menurun.

Sayangnya, gejala tersebut sering disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau nyeri otot sehingga pemeriksaan lebih lanjut menjadi terlambat.

Siapa saja yang berisiko?

Baik pria maupun wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker ginjal apabila memiliki faktor-faktor berikut:

  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Hipertensi.
  • Penyakit ginjal kronis atau menjalani cuci darah jangka panjang.
  • Riwayat keluarga dengan kanker ginjal.
  • Kelainan genetik tertentu.
  • Paparan bahan kimia industri tertentu.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Apakah kanker ginjal dapat disembuhkan?

Kabar baiknya, kanker ginjal yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang tinggi. Pada banyak kasus, tindakan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal yang terkena sudah cukup memberikan hasil yang sangat baik.

Untuk kanker ginjal stadium lanjut, pilihan terapi kini semakin berkembang. Selain operasi, tersedia terapi target (targeted therapy), imunoterapi, maupun kombinasi keduanya yang dapat membantu mengendalikan penyakit dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Bagaimana cara menurunkan risikonya?

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko kanker ginjal:

  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol tekanan darah dan gula darah.
  • Rutin berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Memeriksakan diri apabila mengalami darah pada urine atau nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik.

Jangan abaikan gejalanya

Walaupun kanker ginjal lebih sering ditemukan pada pria, wanita bukan berarti kebal terhadap penyakit ini. Mengenali faktor risiko, menjalani gaya hidup sehat, dan segera memeriksakan diri ketika muncul gejala yang mencurigakan merupakan langkah penting agar kanker dapat ditemukan lebih dini dan peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Ingat, deteksi dini menyelamatkan lebih banyak nyawa. Jangan menunggu gejala menjadi berat untuk memeriksakan kesehatan ginjal Anda.