← Kembali ke daftar berita
Kenapa Kanker Usus Besar Kini Makin Sering Terjadi pada Usia Muda?
Selama bertahun-tahun, kanker usus besar (kolorektal) dikenal sebagai penyakit orang lanjut usia. Namun dalam satu dekade terakhir, dokter di seluruh dunia melihat tren yang mengkhawatirkan: semakin banyak pasien berusia di bawah 50 tahun yang didiagnosis penyakit ini. Fenomena ini dikenal sebagai early-onset colorectal cancer.
Apa sebenarnya yang terjadi?
- Perubahan gaya hidup modern
Pola hidup saat ini sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya:
- Konsumsi tinggi makanan olahan, daging merah, dan makanan cepat saji
- Rendah serat (kurang sayur & buah)
- Kurang aktivitas fisik
- Obesitas meningkat
Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan kronis di usus dan meningkatkan risiko kanker.
- Pola makan “barat” dan mikrobiota usus
Apa yang kita makan memengaruhi bakteri baik di usus (mikrobiota).
- Diet tinggi lemak & gula → mengganggu keseimbangan bakteri
- Bakteri tertentu bisa menghasilkan zat yang merusak dinding usus
- Dalam jangka panjang → memicu perubahan sel menjadi kanker
- Faktor risiko yang sering tidak disadari
Banyak orang muda merasa “terlalu sehat” untuk kanker, padahal:
- Riwayat keluarga kanker usus
- Penyakit radang usus (IBD)
- Kebiasaan merokok & alkohol
- Kurang tidur dan stres kronis
Semua ini dapat berkontribusi tanpa disadari.
- Deteksi yang terlambat
Berbeda dengan usia tua, orang muda jarang menjalani skrining (misalnya kolonoskopi).
Akibatnya:
- Gejala awal sering diabaikan (BAB berdarah, nyeri perut, perubahan pola BAB)
- Diagnosis sering sudah pada stadium lanjut
- Lingkungan dan paparan modern
Beberapa faktor yang sedang diteliti:
- Paparan bahan kimia & polusi
- Penggunaan antibiotik berulang sejak kecil
- Pola makan sejak usia dini
Semua ini diduga berperan dalam perubahan risiko kanker di usia muda.
Kenali tanda peringatan
Jangan abaikan gejala berikut, walaupun masih muda:
- BAB berdarah
- Perubahan pola BAB (diare/konstipasi lama)
- Berat badan turun tanpa sebab
- Nyeri perut menetap
Apa yang bisa dilakukan?
Langkah sederhana tapi penting:
- Perbanyak serat (sayur, buah, biji-bijian)
- Kurangi makanan olahan & daging merah
- Rutin olahraga
- Berhenti merokok
- Konsultasi jika ada gejala mencurigakan
Referensi
- Siegel RL, Miller KD, Goding Sauer A, Fedewa SA, Butterly LF, Anderson JC, et al. Colorectal cancer statistics, 2020. CA Cancer J Clin. 2020;70(3):145–64.
- Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, Bray F. Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin. 2021;71(3):209–49.