Berita

←   Kembali ke daftar berita Kenapa Kanker Usus Besar Kini Makin Sering Terjadi pada Usia Muda?

Kenapa Kanker Usus Besar Kini Makin Sering Terjadi pada Usia Muda?

Selama bertahun-tahun, kanker usus besar (kolorektal) dikenal sebagai penyakit orang lanjut usia. Namun dalam satu dekade terakhir, dokter di seluruh dunia melihat tren yang mengkhawatirkan: semakin banyak pasien berusia di bawah 50 tahun yang didiagnosis penyakit ini. Fenomena ini dikenal sebagai early-onset colorectal cancer.

Apa sebenarnya yang terjadi?

 

  1. Perubahan gaya hidup modern

Pola hidup saat ini sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya:

  • Konsumsi tinggi makanan olahan, daging merah, dan makanan cepat saji
  • Rendah serat (kurang sayur & buah)
  • Kurang aktivitas fisik
  • Obesitas meningkat

Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan kronis di usus dan meningkatkan risiko kanker.

 

  1. Pola makan “barat” dan mikrobiota usus

Apa yang kita makan memengaruhi bakteri baik di usus (mikrobiota).

  • Diet tinggi lemak & gula → mengganggu keseimbangan bakteri
  • Bakteri tertentu bisa menghasilkan zat yang merusak dinding usus
  • Dalam jangka panjang → memicu perubahan sel menjadi kanker
  1. Faktor risiko yang sering tidak disadari

Banyak orang muda merasa “terlalu sehat” untuk kanker, padahal:

  • Riwayat keluarga kanker usus
  • Penyakit radang usus (IBD)
  • Kebiasaan merokok & alkohol
  • Kurang tidur dan stres kronis

Semua ini dapat berkontribusi tanpa disadari.

 

  1. Deteksi yang terlambat

Berbeda dengan usia tua, orang muda jarang menjalani skrining (misalnya kolonoskopi).

Akibatnya:

  • Gejala awal sering diabaikan (BAB berdarah, nyeri perut, perubahan pola BAB)
  • Diagnosis sering sudah pada stadium lanjut

 

  1. Lingkungan dan paparan modern

Beberapa faktor yang sedang diteliti:

  • Paparan bahan kimia & polusi
  • Penggunaan antibiotik berulang sejak kecil
  • Pola makan sejak usia dini

Semua ini diduga berperan dalam perubahan risiko kanker di usia muda.

 

Kenali tanda peringatan

Jangan abaikan gejala berikut, walaupun masih muda:

  • BAB berdarah
  • Perubahan pola BAB (diare/konstipasi lama)
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Nyeri perut menetap

 

Apa yang bisa dilakukan?

Langkah sederhana tapi penting:

  • Perbanyak serat (sayur, buah, biji-bijian)
  • Kurangi makanan olahan & daging merah
  • Rutin olahraga
  • Berhenti merokok
  • Konsultasi jika ada gejala mencurigakan

 

Referensi

  1. Siegel RL, Miller KD, Goding Sauer A, Fedewa SA, Butterly LF, Anderson JC, et al. Colorectal cancer statistics, 2020. CA Cancer J Clin. 2020;70(3):145–64.
  2. Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, Bray F. Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin. 2021;71(3):209–49.